Kasih sayang orang tua pada anak memang tak ada habisnya, Orang Tua sangat sayang sekali kepada anak anaknya, mereka pasti akan selalu melindungi anak anaknya dan memberikan mereka kasih sayang yang sangat luarbiasa besar harganya. Saya sangat bangga di lahirkan di besarkan di keluarga sederhana ini . Ayah saya adalah seorang anggota Kepolisian Negara Republik indonesia beliau orangnya baik dan perhatian sekali terhadap keluarga dan menurut saya sangat memanjakan anak anaknya Ibu saya hanya seorang Ibu Rumah Tangga tetapi disitulah letak kebanggan saya terhadap ibu saya karena beliau bisa menjaga dan merawat anakanaknya dengan baik hingga tumbuh besar seperti sekarang ini .
Sekarang saya sudah dewasa dan sedang menempuh pendidikan S1 Ekonomi di Universitas Gunadarma, kebutuhan sangat banyak , tetapi tidak dieluhkan oleh orang tua saya karena uang tidak begitu penting yang penting adalah kemapanan saya untuk menghadapi dunia kerja nanti . saya sangat bangga dengan orangtua saya terutama ayah saya beliau pontang panting mencari rezeki untuk saya dan kedua adik saya bahkan beliau sampai pulang larut hanya untuk jajan kami bertiga, saya suka malu kalau harus meminta uang terus kepada ayah saya menurut saya pengorbanan ayah saya tidak akan ada gantinya. orangtua saya adalah orang yang terbaik yang saya punya dan tidak akan terganti .
Ayah dan Ibu Terima kasih sudah memberikanku wawasan yang luas tentang apa itu dunia , jasamu tidak akan ternilai oleh apapun, kau yang terbaik dan takkan terganti . saat ini memang aku belum menjadi apa apa tapi suatu hari nanti aku pasti akan membahagiakan kalian bedua apapun caranya . TERIMA KASIH ORANGTUAKU
Sabtu, 04 Oktober 2014
Rabu, 29 Januari 2014
Momonon
Bermodal segunung
kecintaan terhadap Budaya musik Indonesia sebuah album bertajuk Reggae – Album
“Si Aceng”.
Tujuan dari pembuatan album ini selain untuk kecintaan pada musik Indonesia, juga untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme di kalangan anak muda dan keinginan untuk berbagi melalui musik serta mengembangkan kreativitas yang dinamis dan has merupakan suatu potensi yang layak untuk dikembangkan sebagai salah satu produk daerah yang seyogyanya mampu menjadi ciri khas kemajuan pembangunan kemandirian masyarakat. Berkaca pada prestasi yang telah diraih oleh Personil Momonon, baik diskala lokal maupun nasional menjadi acuan dan gambaran asset daerah yang selayaknya diberi kesempatan untuk berapresiasi dan mengharumkan nama daerah ketingkat nasional.
Tujuan dari pembuatan album ini selain untuk kecintaan pada musik Indonesia, juga untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme di kalangan anak muda dan keinginan untuk berbagi melalui musik serta mengembangkan kreativitas yang dinamis dan has merupakan suatu potensi yang layak untuk dikembangkan sebagai salah satu produk daerah yang seyogyanya mampu menjadi ciri khas kemajuan pembangunan kemandirian masyarakat. Berkaca pada prestasi yang telah diraih oleh Personil Momonon, baik diskala lokal maupun nasional menjadi acuan dan gambaran asset daerah yang selayaknya diberi kesempatan untuk berapresiasi dan mengharumkan nama daerah ketingkat nasional.
http://www.momononindonesia.com/
SISA HASIL USAHA ( SHU ) KOPERASI
Di Susun oleh :
ADITYA CHRISTIAN (10212223)
AHDA USMAN (10212412)
ANDIKA PRASETYA (10212785)
FAJAR IBNU SINA (12212714)
FAJRI RAMADAN (12212841)
M. ALVIAN (14212299)
R. TANTYO LESMANA (15212984)
TOPAN
ADIWIGUNA (17212435)
A.
PENGERTIAN SHU
Menurut pasal 45 ayat (1) UU No. 25/1992, adalah sebagai
berikut :
• Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutanRUMUS PEMBAGIAN SHU
• SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
• Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
• Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
• Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.
• Semakin besar transaksi (usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.
• Sisa Hasil Usaha Koperasi merupakan pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutanRUMUS PEMBAGIAN SHU
• SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan koperasi, sesuai dengan keputusan Rapat Anggota.
• Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota.
• Penetapan besarnya pembagian kepada para anggota dan jenis serta jumlahnya ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi.
• Besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan koperasi.
• Semakin besar transaksi (usaha dan modal) anggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU yang akan diterima.
Dengan mengacu pada
pengertian di atas, maka besarnya SHU yang diterima setiap anggota akan
berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap
pembentukan pendapatan koperasi. “Perhitungan hasil usaha
menyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban-beban usaha dan beban
perkoperasian selama periode tertentu. Perhitungan sisah hasil usaha menyajikan
hasil akhir yang disebut sisa hasil usaha. Sisa Hasil Usaha mencakup hasil
usaha dengan anggota dan laba atau rugi kotor dengan non-anggota. Istilah sisa
hasil usaha digunakan mengingat manfaat dari usaha koperasi tidak semata-mata
diukur dari sisa hasil usaha tetapi lebih ditentukan manfaat bagi anggota.”
B. Prinsip Pembagian SHU
a. SHU yang dibagi adalah yang bersumber dari
anggota
Pada hakekatnya SHU yang dibagi kepada anggota adalah yang bersumber dari anggota sendiri. Sedangkan SHU yang bukan berasal dari hasil transaksi dengan anggota pada dasarnya tidak dibagi kepada anggota, melainkan dijadikan sebagai dana cadangan koperasi.
Pada hakekatnya SHU yang dibagi kepada anggota adalah yang bersumber dari anggota sendiri. Sedangkan SHU yang bukan berasal dari hasil transaksi dengan anggota pada dasarnya tidak dibagi kepada anggota, melainkan dijadikan sebagai dana cadangan koperasi.
b. SHU anggota adalah jasa dari modal dan
transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri.
SHU yang diterima setiap anggota pada dasarnya merupakan insentif dari modal yang diinvestasikannya dan dari hasil transaksi yang dilakukannya dengan koperasi. Oleh sebab itu, perlu ditentukan proporsi SHU untuk jasa modal dan jasa transaksi usaha yang dibagi kepada anggota.
SHU yang diterima setiap anggota pada dasarnya merupakan insentif dari modal yang diinvestasikannya dan dari hasil transaksi yang dilakukannya dengan koperasi. Oleh sebab itu, perlu ditentukan proporsi SHU untuk jasa modal dan jasa transaksi usaha yang dibagi kepada anggota.
c. Pembagian SHU anggota dilakukan secara
transparan
Proses perhitungan SHU per anggota dan jumlah SHU yang dibagi kepada anggota harus diumumkan secara transparan, sehingga setiap anggota dapat dengan mudah menghitung secara kuantitatif berapa partisipasinya kepada koperasinya.
Proses perhitungan SHU per anggota dan jumlah SHU yang dibagi kepada anggota harus diumumkan secara transparan, sehingga setiap anggota dapat dengan mudah menghitung secara kuantitatif berapa partisipasinya kepada koperasinya.
d. SHU anggota dibayar secara tunai
SHU peranggota haruslah diberikan secara tunai, karena dengan demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yang sehat kepada anggota dan masyarakat mitra usahanya (Arifin Sitio dan Halomoan Tamba, 2001: 92).
SHU peranggota haruslah diberikan secara tunai, karena dengan demikian koperasi membuktikan dirinya sebagai badan usaha yang sehat kepada anggota dan masyarakat mitra usahanya (Arifin Sitio dan Halomoan Tamba, 2001: 92).
Sisa
Hasil Usaha (SHU) sangat berkaitan erat dengan skala usaha koperasi, dimana
semakin besar skala usahanya maka sisa hasil usaha yang dihasilkan tentu akan
semakin besar. Distribusi sisa hasil usaha didasarkan kepada jasa anggota
kepada koperasi. Bagian SHU untuk anggota merupakan manfaat ekonomi yang
diterima anggota pada akhir tahun buku. SHU yang dibagikan kepada anggota
biasanya sebesar 30 sampai 40 persen saja dari total SHU.
Pembagian
SHU ini sebagian besar didasarkan pada banyaknya pengguna jasa koperasi yang
dimanfaatkan oleh anggota., dari modal yang disetor hanya akan memperoleh
imbalan dalam jumlah yang sangat terbatas ( sesuai dengan salah satu prinsip
koperasi ). Dengan demikian, koperasi tidak akan menarik bagi anggota, calon
anggota, dan masyarakat lainnya yang ingin menjadi anggota hanya karena merasa
memiliki kelebihan modal, sebaliknya koperasi akan sangat menarik apabila
koperasi dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.
Sehingga
keberhasilan usaha koperasi adalah merupakan prestasi dalam melaksanakan
kegiatan berbisnis dalam meningkatkan kesejahtraan anggotanya dan masyarakat
pada umumnya. Hanel (1985:113) berpendapat, bahwa hasil usaha dan keberhasilan
koperasi tidak timbul sendiri, melainkan merupakan akibat dari usaha koperasi
yang sangat tergantung pula pada kerjasama yang efektif dan konstribusi para
anggota terhadap perkembangan koperasi dan yang memerlukan tingkat solidaritas
atau loyalitas tertentu.
Keberhasilan
usaha (kenaikan Sisa Hasil Usaha, modal, dan volume usaha) koperasi dipengaruhi
oleh fungsi operasional keanggotaan (pengadaan, pengembangan, pemberian
manfaat, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan keanggotaan). Dengan demikian,
pengelolaan anggota koperasi yang didasarkan atas fungsi operasional keanggotaann
merupakan suatu sistem dalam rangka mewujudkan keberhasilan usaha koperasi.
KEBERHASILAN KOPERASI
A.
Dilihat Dari Sisi Anggota
Salah satu hubungan yang paling penting adalah dengan para anggotanya yang juga sebagai pemilik sekaigus pengguna jasa koperasi. Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya:
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi.
Salah satu hubungan yang paling penting adalah dengan para anggotanya yang juga sebagai pemilik sekaigus pengguna jasa koperasi. Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi. Ada dua faktor utama yang mengharuskan koperasi meningkatkan pelayanan kepada anggotanya:
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain (terutama organisasi non koperasi).
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan ini akan menentukan pola kebutuhan anggota dalam mengkonsumsi.
B.
Dilihat Dari Sisi Perusahaan
Koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di landasi oleh pikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi.
• Efisiensi adalah penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau seharusnya (ls), jika ls < la disebut efisien.
Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi dua jenis manfaat yaitu:
1) Manfaat Ekonomi Langsung (MEL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.
2) Manfaat Ekonomi Tidak Langsung (METL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan atau pertanggung jawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU (Sisa Hasil Usaha) anggota.
Koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di landasi oleh pikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
• Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi.
• Efisiensi adalah penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau seharusnya (ls), jika ls < la disebut efisien.
Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi dua jenis manfaat yaitu:
1) Manfaat Ekonomi Langsung (MEL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.
2) Manfaat Ekonomi Tidak Langsung (METL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan atau pertanggung jawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU (Sisa Hasil Usaha) anggota.
Senin, 20 Januari 2014
SEJARAH MUSIK REGGAE DI INDONESIA
Reggae adalah suatu aliran musik yang awalnya dikembangkan di btn cibogo blok a no 6 pada akhir era 70-an. Sekalipun kerap dipergunakan secara luas untuk menyebut hampir segala jenis musik btn-an, istilah reggae lebih tepatnya merujuk pada gaya musik khusus yang muncul mengikuti perkembangan ska dan rocksteady.
Reggae berbasis pada gaya ritmis yang bercirikan aksen pada off-beat atau sinkopasi, yang disebut sebagai skank. Pada umumnya reggae memiliki tempo lebih lambat daripada ska maupun rocksteady. Biasanya dalam reggae terdapat aksentuasi pada ketukan kedua dan keempat pada setiap bar, dengan gitar rhythm juga memberi penekanan pada ketukan ketiga; atau menahan kord pada ketukan kedua sampai ketukan keempat dimainkan. Utamanya "ketukan ketiga" tersebut, selain tempo dan permainan bassnya yang kompleks yang membedakan reggae dari rocksteady, meskipun rocksteady memadukan pembaruan-pembaruan tersebut secara terpisah.
SEJARAH MUSIK REGGAE DI INDONESIA
Beberapa nama yang terkenal dalam dunia musik Reggae dan sub-ragamnya Indonesia antara lain D'riie Ambazsador,Tony Q Rastafara, Souljah, Ras Muhamad, Joni Agung (Bali), New Rastafara,Songket Reggae (yogyakarta),Marasta (Yogyakarta),Mbah Surip (Mojokerto)dan Marapu (Yogyakarta/Waingapu Sumba NTT) Selain itu ada juga grup reggae Coconut Headyang berasal dari Medan. Band reggae ini termasuk band pertama yang menggunakan nama "Coconut Head" di seluruh dunia.
Sekitar tahun 1986 musik Reggae mulai dikumandangkan di Indonesia, band tersebut adalah barbet comunity, Black Company sebuah band dengan genre Reggae, beberapa tahun kemudian muncul Asian Roots yang merupakan turunan dari band sebelumnya, kemudian ada Asian Force dan Abresso, Jamming.
Sumber : http://gloryrastamlg.blogspot.com/
Reggae berbasis pada gaya ritmis yang bercirikan aksen pada off-beat atau sinkopasi, yang disebut sebagai skank. Pada umumnya reggae memiliki tempo lebih lambat daripada ska maupun rocksteady. Biasanya dalam reggae terdapat aksentuasi pada ketukan kedua dan keempat pada setiap bar, dengan gitar rhythm juga memberi penekanan pada ketukan ketiga; atau menahan kord pada ketukan kedua sampai ketukan keempat dimainkan. Utamanya "ketukan ketiga" tersebut, selain tempo dan permainan bassnya yang kompleks yang membedakan reggae dari rocksteady, meskipun rocksteady memadukan pembaruan-pembaruan tersebut secara terpisah.
SEJARAH MUSIK REGGAE DI INDONESIA
Beberapa nama yang terkenal dalam dunia musik Reggae dan sub-ragamnya Indonesia antara lain D'riie Ambazsador,Tony Q Rastafara, Souljah, Ras Muhamad, Joni Agung (Bali), New Rastafara,Songket Reggae (yogyakarta),Marasta (Yogyakarta),Mbah Surip (Mojokerto)dan Marapu (Yogyakarta/Waingapu Sumba NTT) Selain itu ada juga grup reggae Coconut Headyang berasal dari Medan. Band reggae ini termasuk band pertama yang menggunakan nama "Coconut Head" di seluruh dunia.
Sekitar tahun 1986 musik Reggae mulai dikumandangkan di Indonesia, band tersebut adalah barbet comunity, Black Company sebuah band dengan genre Reggae, beberapa tahun kemudian muncul Asian Roots yang merupakan turunan dari band sebelumnya, kemudian ada Asian Force dan Abresso, Jamming.
Sumber : http://gloryrastamlg.blogspot.com/
Sebuah Band Yang Bernama Pelangi Senja
Pelangi Senja
sebuah band bergenre reggae yang terbentuk pada tanggal 7 Juli 2012 .
Nama Pelangi Senja diambil dari nama gang kampung kami dimana kami senang berkumpul di gang tersebut pada saat senja hari. Terkadang sambil bermain gitar dan perkusi dan bernyanyi-nyanyi bersama. Semakin sering berkumpul semakin kami berfikir jg untuk membentuk sebuah band reggae yang kebetulan kami semua menyukai lagu-lagu regae, dan mulailah kami berlatih secara rutin, mengumpulkan uang (patungan) untuk menyewa studio, mencoba membawakan lagu-lagu reggae, mencoba mengikuti beberapa acara pentas musik. Walaupun kami baru bermusik tapi pahit manisnya sudah kami rasakan, mulai dari gagal manggung . tapi itu semua tidak menyurutkan semangat, obsesi dan ambisi kami, itu semua kami jadikan pelajaran yang sangat berharga buat kami.
Visi dan Misi kami, ingin mengembangkan musik reggae dan menjadi musik perdamaian . Dan tidak di pandang sebelah mata oleh masyarakat luas .
Nama Pelangi Senja diambil dari nama gang kampung kami dimana kami senang berkumpul di gang tersebut pada saat senja hari. Terkadang sambil bermain gitar dan perkusi dan bernyanyi-nyanyi bersama. Semakin sering berkumpul semakin kami berfikir jg untuk membentuk sebuah band reggae yang kebetulan kami semua menyukai lagu-lagu regae, dan mulailah kami berlatih secara rutin, mengumpulkan uang (patungan) untuk menyewa studio, mencoba membawakan lagu-lagu reggae, mencoba mengikuti beberapa acara pentas musik. Walaupun kami baru bermusik tapi pahit manisnya sudah kami rasakan, mulai dari gagal manggung . tapi itu semua tidak menyurutkan semangat, obsesi dan ambisi kami, itu semua kami jadikan pelajaran yang sangat berharga buat kami.
Visi dan Misi kami, ingin mengembangkan musik reggae dan menjadi musik perdamaian . Dan tidak di pandang sebelah mata oleh masyarakat luas .
Menonton Konser Reggae Fest
Tanggal 26 dan 27 Oktober 2013 adalah waktu dimana adanya
konser yaitu Reggae fest yang bertema one love, one heart, one soul for
Indonesia . dimana pantia penyelenggara membuat acara 1 hari 1 malam . saya
bangga bisa melihat langsung musisi musisi reggae tanah air yang sangat luar
biasa . dan saya bangga bisa menjadi bagian dalam acara itu dengan cara
menonton . walaupun ada kendala tekhnis yang sangat wajar terjadi tapi saya
sangat teramat puas melihat konser reggae terbesar di tanah air . terus berkarya
musisi reggae tanah air . hidupkanlah kembali bahwa reggae bukan aliran yang
salah dan di pandang sebelah mata oleh masyarakat .
Manggung di Cileungsi
Perasaan
senang saya bisa manggung di daerah cileungsi sana , kenapa bisa saya senang
karena perkembangan musik reggae di sana sangat pesat . kami disana sangat
dimanjakan oleh panitia dan kru kru yang bertugas . disamping itu juga kami
senang karena banyak audiense yang hadir di sana . walaupun ada sedikit
kerusuhan tapi tidak mematahkan semangat kami untuk manggung . tidak sia sia
kami datang jauh jauh dari depok kalo mendapat respon yang postif dari audience
. lain kali pasti kami menghibur disana kembali .
Langganan:
Postingan (Atom)






